Sahabat Ummi, anak-anak zaman sekarang sudah banyak yang dibanjiri Pekerjaan Rumah (PR) bahkan sejak pra sekolah, semisal di PAUD, dan semakin menumpuk ketika duduk di bangku sekolah dasar.

Sebagai orangtua kita perlu waspada, apalagi jika usia anak masih kecil. Direktur klinis New England Center for Pediatric Psychology menyatakan bahwa mengerjakan PR bagi anak usia sekolah dasar tidak memberikan prestasi akademik sama sekali untuk anak usia sekolah dasar, justru PR yang terlampau banyak bisa mengganggu sikap mereka terhadap sekolah, nilai, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan kualitas hidup.

Bukankah seringkali anak kehilangan waktu bermain bersama teman sebaya dan keluarganya akibat terlalu banyak memiliki PR di sekolah dan tempat les? Apalagi jika tiap mata pelajaran memiliki PR beberapa soal, maka sudah dapat dipastikan masa kecil anak kita akan habis untuk mengerjakan PR saja dan merasa tertekan karena hal tersebut.

Sebagai solusi, orangtua bisa mengajukan keberatan pada guru di sekolah atau meminta PR dikurangi agar anak memiliki waktu untuk bermain dan bersosialisasi lebih banyak dengan teman-teman. Jangan sampai kita sebagai orangtua justru menambah tekanan pada anak-anak dengan meminta mereka mengerjakan setiap PR dengan baik dan tak mau memahami kebutuhan mereka akan waktu bermain.

Comments

Apa Komentar Anda?