Sahabat Abi Ummi, pernah enggak sih merasa bosan menjalani rutinitas sebagai orang dewasa, apalagi ketika kita sedang  banyak tekanan di sana-sini, baik itu dari keluarga, lingkungan, maupun tempat kerja kita? Semua tekanan hidup itu seringkali membuat kita jauh dari kata bahagia. Dalam kondisi tertekan, jangankan kita mau berdamai dengan orang lain ketika sedang ada konflik, berdamai dengan diri sendiri saja sulit. Lalu, apakah kondisi seperti ini mau  kita biarkan begitu saja? Tentunya di antara Sahabat Abi Ummi mau dong mengubahnya?

Kadang-Kadang Butuh Mundur Selangkah untuk Maju Seribu Langkah

Dalam banyak persoalan hidup, adakalanya kita perlu diam sejenak guna merenungkan bahwa kebahagiaan adalah sebuah pilihan, di mana pun kita berada, bersama siapa pun, dan dalam masalah apa pun. Jika memilih untuk bahagia terlalu sulit untuk dilakukan, mungkin perlulah kiranya kita mundur sejenak ke masa lampau untuk mengingat jejak-jejak kebahagiaan di dunia anak. Jika masih sulit, lihatlah saja dunia anak di sekitar karena dunia anak bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk bisa menikmati kehidupan dan bermimpi tentang kehidupan yang lebih baik. Mengapa begitu? Karena ….

1. Anak-Anak Tak Perlu Menunggu Sore demi Teriak Hore

Kalau kita perhatikan lebih saksama, anak-anak lebih mudah mengekspresikan perasaannya, baik itu ketika sedang sedih maupun bahagia. Untuk tersenyum dan tertawa, bukanlah sesuatu yang sulit untuk anak-anak. Apa pun bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi mereka, walaupun itu hanya berupa permainan sederhana atau melihat kejadian yang menurut orang dewasa merupakan hal yang biasa, misalnya melihat pesawat yang terbang di angkasa. Jadi, bagi anak-anak, tak perlu menunggu sore untuk  teriak hore, kan?

2. Detik Ini Bertengkar, 5 Menit Kemudian Kembali Bermain Bersama

Untuk poin yang kedua ini, mungkin kita sering menyaksikannya. Saat anak-anak bermain, pasti sering terjadi konflik, baik itu terdorong saat bermain maupun main ledek-ledekan yang berujung pada sebuah tangisan. Tapi, setelah konflik itu terjadi, mungkin kita sebagai orang dewasalah yang kaget karena baru hitungan menit terjadi adegan pertengkaran. Namun, kita sudah bisa melihat anak-anak tersebut kembali bermain bersama. Bahkan, ketika orang tuanya masih tidak terima anaknya mendapatkan perlakuan tidak baik dari temannya.

3. Siapakah yang Berani Bermimpi Jadi Presiden?

Nah, orang dewasa kadang-kadang takut memasang target yang besar atau bercita-cita akan sesuatu yang menurutnya sulit untuk digapai. Semua pasti dikembalikan lagi pada realitas hidup saat ini. Untuk kita yang seperti ini, mungkin bisa belajar dari anak-anak. Lho, mengapa begitu? Ini karena jarang sekali orang berani bermimpi jadi presiden, kecuali anak-anak.

Wow! Ternyata banyak inspirasi yang bisa kita ambil dari dunia anak, ya! Padahal, poin-poin di atas baru sekelumit contoh saja. Semoga dengan mengenal dunia anak lebih mendalam, kita sebagai orang dewasa mampu belajar dari mereka, terutama terkait kesederhanaan memecahkan masalah. Aamiin.

Comments

Apa Komentar Anda?